Entri Populer

Entri Populer

Selasa, 23 Agustus 2011

Getaran Bebas

Getaran bebas terjadi jika sistem berosilasi karena bekerjanya gaya yang ada dalam sistem itu sendiri (inherent), dan jika ada gaya luas yang bekerja. Sistem yang bergetar bebas akan bergerak pada satu atau lebih frekuensi naturalnya, yang merupakan sifat sistem dinamika yang dibentuk oleh distribusi massa dan kekuatannya. Semua sistem yang memiliki massa dan elastisitas dapat mengalami getaran bebas atau getaran yang terjadi tanpa rangsangan luar.
Sistem Massa Pegas

Prinsip D’Alembert
Suatu sistem dinamik dapat diseimbangkan secara statik dengan menambahkan gaya kayal yang dikenal dengan gaya inersia, dimana besarnya sama dengan massa dikali percepatan dengan arah melawan melawan arah percepatan.

Penyusunan persamaan diferensial gerak (PDG)
Jawab Persamaan Diferensial Gerak
Setiap benda dapat bergetar bebas, jika benda tersebut mempunyai massa (m) dan kekakuan (k) dengan frekuensi pribadi (wn)
Contoh pada sistem massa-balok
Balok ditumpu sederhana
Balok Kantilever
Balok ditumpu pegas
(sumber : Prof.Dr-Ing Mulyadi Bur. Lab Dinamika Struktur UNAND)

Senin, 22 Agustus 2011

Bahan Kuliah Statistik Industri

Statistik adalah kumpulan keterangan yang disusun atau disajikan dalam daftar atau gambar yang melukiskan atau menggambarkan sesuatu. oleh karena itu timbul berbagai macam sebutan statistik, misalnya :
a. Statistik produksi, data yang tersaji menggambarkan banyaknya produksi dari berbagai jenis barang yang telah dihasilkan.
b. Statistik ekspor impor, data yang tersaji menggambarkan banyaknya ekspor dan impor yang telah dilakukan.
c. Statistik penerimaan dan pengeluaran uang, data yang tersaji menggambarkan banyaknya penerimaan dan pengeluaran uang dari suatu perusahaan.
d. Statistik perdagangan, data yang tersaji memberikan informasi tentang jenis dan volume perdagangan yang telah dijalankan.
Metode statistik sebenarnya memberikan cara-cara yang berguana untuk menarik kesimpulan tentang ciri-ciri populasi yang tertentu dari hasil analisis serangkaian sampel yang diambil dari populasi tersebut.
Peran statistik dalam industri dimulai dari pengendalian bahan baku, proses produksi sampai hasil produk. Statistik juga berperan dalam mengembangkan produk dan mencari gagasan untuk menciptakan produk melalui riset pasar. bahan statistik industri dapat didownload disini :Statistik-industri

Cara Menentukan Deviasi Standar

Cara Menentukan Deviasi Standar
Contoh soal
Hasil produksi kompor gas yang di produksi oleh PT ABCD selama 80 hari adalah :

Cara Membuat Persamaan Regresi Linear

Membuat Persamaan Regresi Linear
Contoh soal :
PT. Intan Permata adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan emas di sungai. Di bawah ini adalah data jumlah bahan baku (tanah pasir yang mengandung emas, dalam ton) yang diolah dalam 10 bulan terakhir dan hasil emas yang di peroleh (dalam kg).

Buatlah persamaan regresi yang digunakan untuk memperkirakan hasil emas yang diperoleh berdasarkan jumlah bahan baku yang digunakan.
Penyelesaian :

Solar Wind Turbine (Turbin Angin Matahari)

Para ilmuwan dari University of Liverpool telah mengupgrade sebuah turbin angin sehari-hari dengan set inovatif pisau matahari berputar. Seluruh tim, dipimpin oleh Dr Joe King, meluncurkan solusi inovatif yang menyatakan turbin angin berguna hanya ketika angin bertiup. Nah, desain mereka bahkan menggandakan fungsi turbin konvensional dengan mengintegrasikan teknologi fotovoltaik. Tim namun menghadapi beberapa masalah. Ada kecemasan nyata bahwa turbin bisa menyebabkan pilot pesawat terganggu penglihatannya dan orang yang hidup di sekitarnya. Selain itu, pada hari-hari panas, turbin akan membuat sinar matahari yang mematikan, yang dapat membuat api di atas bangunan jika terkonsentrasi. Dalam rangka untuk mengatasi masalah tersebut, ilmuwan menemukan sebuah panel surya yang tidak berwarna sunbeams cermin. Tim ini sekarang menyelesaikan di mana untuk menginstal model solar wind turbine mereka. Kami yakin bahwa kami bisa mengubah kebutuhan dunia untuk energi terbarukan yang vital, “kata Dr King. Namun tim telah menghadapi masalah. Awal simulasi komputer menemukan bahwa turbin dipasang panel surya akan menyebabkan berkas cahaya menyilaukan menembak di seluruh daerah sekitarnya. Ada kekhawatiran nyata bahwa turbin bisa membuat pilot pesawat berpotensi buta serta orang yang hidup di sekitarnya. Bukan hanya itu, tetapi pada hari yang sangat panas turbin akan menghasilkan sinar matahari mematikan’ yang bisa membuat api diatas bangunan jika terkonsentrasi.
“Hal terakhir yang kita inginkan adalah untuk turbin kami untuk tidak menyebabkan crash pesawat dan kebakaran, jadi kami telah merancang sebuah panel surya yang tidak ‘berwarna’ dan memantulkan sinar matahari . Prototipe awal kami tampak seperti bola disko besar saat operasional, tetapi solusi kami sekarang mencegah itu. “
Tim ini sekarang memutuskan tempat untuk menginstal prototipe turbin angin matahari mereka. “Karena sinar matahari sangat sedikit di Inggris, kita pasti cari di luar negeri,” kata Dr King. “Secara pribadi saya yakin sebuah tempat yang ideal akan Irlandia. Ini dekat, memiliki angin kencang, musim panas yang indah, ditambah keluarga saya hidup di sana sehingga saya bisa pergi mengunjungi “Mengharapkan turbin angin matahari, dijuluki sebagai” Heat Waver “, harus ditetapkan untuk instalasi musim panas dalam beberapa bulan!. “Kami masih memiliki beberapa tes untuk menjalankan,” Dr King mengatakan, “tapi kami yakin kami dapat mengubah kebutuhan energi terbarukan di dunia .Hanya berpikir apa turbin bisa dilakukan di negara-negara seperti Australia. “
(Sumber;  mechanicalengineeringblog)

Manajemen Perawatan Industri (5)

5.2 Bahagian-bahagian yang berhubungan dalam perawatan
Bahagian-bahagian yang punya hubungan dalam perawatan adalah:
(1). Produksi
(2). Teknikal
(3). Keselamatan kerja
(4). Gudang
(5). Pembelian
(6). Keuangan
Tanggung jawab dari masing-masing bahagian adalah sebagai berikut :
(1) Produksi
(a). Mengawasi kondisi operasi pabrik. Menentukan dan meminta pekerjaan pemeliharaan dengan berkonsultasi pada bahagian-bahagian lain yang terkait.
(b). Mensyahkan permintaan-permintaan pekerjaan-pekerjaan pemeliharaan dan pekerjaan pengawasan.
(c). Memastikan semua persiapan untuk kerja pemeliharaan semua baik dan memberi ijin masuk pabrik, ijin masuk kedaerah berbahaya, dan keselamatan karja untuk kerja-kerja pemeliharaan.
(d). Melaksanakan semua persiapan yang diperlukan untuk merawat seperti mengisolasi, mencuci equipmen dan pipa-pipa, juga melakukan analisa keselamatan kerja.
(e). Memintakan pada bagian keselamatan kerja orang yang ahli pada menyiapkan pekerjaan-pekerjaan pemeliharaan yang diperlukan.
(f). Teliti dan bantu para pekerja saat mereka melakukan pekerjaan lapangan.
(g). Terima laporan pekerjaan yang sudah selesai dan lakukan pengetesan ulang.
(h). Tanda tangani dan syahkan laporan pekerjaan yang sudah selesai tersebut.
(2 )Teknikal
(a). Menerima informasi-informasi secara periodik, pekerjaan modifikasi, dan biaya-biaya pemeliharaan dari bagian perencanaan pemeliharaan.
(b). Pelajari hal-hal yang dapat meningkatkan efisiensi operasi pabrik dan dapat menurunkan waktu, biaya dari pemeliharaan.
(c). Pelajari dan siapkan moditikasi pabrik melalui penyelidikan seperti yang disebutkan pada item
(d), dan dengan mengadakan diskusi-diskusi diantara bagian-bagian yang terkait.
(e). Simpan data-data teknik dari semua mesin-mesin pabrik dengan baik.
(f). Selidiki dan jaga informasi-informasi terakhir dari teknologi produksi dan pemeliharaan.
(3 ) Keselamatan Kerja.
(a). Jaga keselamatan kerja pada saat berada dipabrik khususnya pada daerah-daerah yang berbahaya dan mudah terbakar, dan patuhi larangan-larangan yang ada dan pastikan bekerja secara aman.
(b). Siapkan dan beri peringatan-peringatan keselamatan pada masing-masing equipmen termasuk untuk kerja pemeriksaan, sebelum pekerjaan dimulai.
(c). Pelajari dan buat saran untuk meningkatkan peralatan, fasilitas, peralatan keselamatan kerja dan bahan-bahan yang baru.
(d). Hadiri atau kunjungi pekerjaan-pckerjaan pemeliharaan atau pemeriksaan, jika pckcrjaan tersebut berbahaya.
(c). Mintalah alat pemadam kebakaran tambahan untuk bagian pendukung (utility).
(4 ) Penyimpanan Bahan (material)
(a). Bahan-bahan yang diperlukan untuk operasi simpan didalam gudang, bahan-bahan ini termasuk untuk keselamatan kerja, pemeliharaan, administrasi, keperluan-keperluan lain, suku cadang, bahan habis pakai, pelumas, bahan kimia, bahan mentah dan lain-lain.
(b). Terima simpan dan syahkan bahan-bahan yang ada, dan laporkan kebahagian pembelian dan gudang.
(c). Pelajari dan teliti stock minimum, dan pembelian dan semua bahan-bahan, laporkan ke bahagian pengawasan bahan atau bagian pembelian.
(d). Periksa semua bahan-bahan yang ada di gudang secara periodik.
(c). Simpan catatan atau buku gudang.
(5)  Pembelian
(a). Menerima semua permintaan bahan dan kontrak untuk pembelian.
(b). Menyiapkan dan mensyahkan dokumen-dokumen tender.
(c). Menerima dan mengevaluasi penawaran dari luar dengan berkonsultasi pada bagian-bagian lain yang terkait.
(d). Memilih suplier dan menentukan biaya pembelian dengan melibatkan bagian-bagian lain yang terkait.
(e). Mensyahkan permintaan pembelian.
(f). Memeriksa lama waktu pengiriman borang.
(g). Mensyahkan laporan pembelian pada bagian-bagian yang terkait termasuk bagian keuangan.
(i). Mensyahkan tagihan pembayaran kebagian keuangan.
(j). Menyelidiki dan mencari informasi-informasi pasar yang terbaru mengenai harga-harga equipmen, bahan, dan pelaksana kerja (kontraktor).
(6)  Keuangan.
(a). Menerima semua permintaan-permintaan bahan dari pekerjaan-pekerjaan pemeliharaan.
(b). Menerima laporan jumlah jam kerja pemeliharaan dalam sebulan.
(c). Catat dan klassifikasikan item (a) dan (b) diatas untuk masing-masing equipmen.
(d). Menerima, mencatat dan membagikan biaya-biaya pemeliharaan kepada bagian-bagian lain yang terkait.
(e). Laporkan hasil bulanan item (c) dan (d) ke bagian-bagian yang terkait.
(t). Menerima permintaan pembelian dan melaporkan bukti pembayaran kepada bagian keuangan dan bagian lain yang berurusan dengan pembayaran.
6. Perawatan langsung dan tidak langsung.
2.6.1 Perawatan langsung adalah pekerjaan yang berhubungan dengan pemeliharaan dan perbaikan dari equipmen produksi. Dalam definisi ini termasuk item-item sebagai berikut :
(1) Pembongkaran berskala besar dari equipmen dan unit-unit produksi.
(2) Perbaikan berskala besar dari sebuah equipmen yang penting, dalam keadaan terjadwal maupun tidak
(3) Perawatan skala kecil. Perawatan rutin seperti perbaikan dan penyetelan yang kecil-kecil, pemeriksaan, pekerjaan servis yang terjadwal maupun tidak.
2.6.2 Perawatan tidak langsung.
Perawatan tidak langsung dapat didefenisikan sebagai pekerjaan perawatan yang berhubungan dengan equipmen produksi, tetapi tidak langsung mempengaruhi operasi itu sendiri.
(1). Peremajaan dari equipmen produksi seperti mengecat dan mengisolasi.
(2). Memperbaharui fasilitas-fasilitas, menukar equipmen, mengatur tataletak equipmen, dan memindahkan equipmen.
(3). Penambahan-penambahan kecil seperti pemasangan peralatan untuk mesin-mesin cadangan.
Dengan defenisi ini, organisasi dari perawatan pabrik dapat membuat katalog, mengevaluasi, memonitor, dan mengkontrol beban pekerjaan perawatan disesuaikan dengan keperluan pabrik dan ketersediaan tenaga kerja yang ada.

Manajemen Perawatan Industri (4)

5. Tugas-Tugas Perawatan.
5. 1 Tugas langsung.
Tugas dasarnya sebagai berikut :
(1). Perencanaan dan penugasan
(2). Pemeriksaan dan pengawasan
(3). Pengawasan bahan
(4). Pekerjaan lapangan
(5). Pekerjaan bengkel.
Tugas-tugas yang disebutkan diatas dapat dibagi dalam spesialisasi-spesialisasi. Tanggung jawab dari masing-masing tugas diatas adalah sebagai berikut :
1 Perencanaan dan Penugasan
(a) Menerima dan mengumpul semua permintaan-permintaan kerja.
(b) Mendaftarkan dan mengklassifikasikan semua permintaan-permintaan kerja yang diterima.
(c) Menyiapkan permintaan-permintaan kerja pemeliharaan tersebut.
(d) Mempelajari dan membuat pembagian kerja, dan penempatan pekerja pada lokasi yang sesuai.
(e) Menyiapkan dan membuat perintah-perintah kerja.
(f) Mengecek dan menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan.
(g) Menyetujui semua permintaan-permintaan kerja diatas dan juga permintaan kerja harian.
(h) Memonitor semua kegiatan-kegiatan pemeliharaan dan juga kemajuan nya.
(i) Mengecek laporan dari pekerjaan yang sudah selesai
(j) Menerima dan menyimpan jam kerja yang sebenarnya dan juga catatan equipmen yang ada di pabrik termasuk bahan-bahan yang dipakai.
(k) Melaporkan pada bahagian gudang perubahan pemakaian suku cadang, bahan habis pakai, dan pelumas yang dipakai pada pekerjaan-pekerjaan pemeliharaan.
(l) Menerima dan menyimpan laporan status bahan dan permintaan pembelian bahan dari bahagian gudang.
(m)Menyiapkan, menjaga, dan mengatur rencana untuk perbaikan, pemeliharaan atau Pembongkaran secara besar-besar an.
(n) Menjaga kestabilan dan mengkoordinasi biaya pemeliharaan tahunan.
(o) Menganalisa kinerja pemeliharaan keseluruhan.
(p) Menyiapkan dan menyetujui laporan-laporan
(q) Mengusulkan perbaikan atau modifikasi dari equipmen dan fasilitas nya kepada orang-orang teknik.
2 Pemeriksaan dan Pengawasan.
(1). Untuk pernbongkaran mesin yang regular, atau periodik.
(a). Siapkan, jaga dan pertimbangkan kembali program-program pembongkaran mesin periodik atau regular. Pemeriksaan atau bahan khusus dari bahagian teknikal atau perencanaan sangat diharapkan.
(b).Siapkan, laksanakan pemeriksaan, dan permintaan pembongkaran mesin di bengkel.
(c). Menerima permintaan pemeriksaan dari bahagian produksi dan dari bahagian-bahagian lain yang terkait. Siapkan, laksanakan pekerjaan-pekerjaan pemeriksaan dan laporkan pemerikasaan itu kepada bahagian yang memerlukan nya.
(d). Siapkan, laksanakan langkah-langkah awal dari masing-masing pekerjaan pemeliharaen dan perbaikan, juga siapkan laporan akhir pemeriksaan dan masing-masing pekerjaan pemeliharaan tersebut.
(e). Buat saran yang diperlukan kepada bahagian perencanaan dan bengkel sehubungan dengan tatacara perbaikan equipmen yang ada di pabrik termasuk bahan-bahan yang dipakai.
(f). Buat tatacara atau aturan pelaksanaan pekerjaan dalam keadaan darurat dan pembahagian kerja nya.
(g). Buat aturan pemeriksaan equipmen dalam keadaan darurat.
(h). Siapkan laporan pemeriksaan
(i). Siapkan dan simpan catatan kerusakan-kerusakan mesin untuk semua equipmen dalam pabrik catat item-item pemeliharaan yang besar-besar dari equipmen dan sistim pepipaan.
(j). Analisa dan sarankan tatacara pemeliharaan yang sesuai berdasarkan catatan data-data dari mesin-mesin tersebut.
(k). Minta dan terima bahan-bahan yang dipakai pada sewaktu pemeriksaan dilakukan dan juga bahan habis pakai.
(l). Pelajari dan usulkan perbaikan atau modifikasi peralatan pabrik dan fasilitas-fasilitas nya, agar lebih baik sesuai dengan yang diperlukan oleh bahagian teknik.
(m).Pelajari dan buat rencana pemeriksaan tahunan dan jaga biaya pemeriksaan tahunan agar tetap stabil untuk pemeliharaan yang regular, perbaikan mesin dan pembongkaran tahunan.
(n).Analisa semua hasil-hasil pemeriksaan dan buat laporan-laporan inspeksi dan saran-saran.
(2). Untuk Pemeriksaan yang Khusus.
Pemeriksaan yang khusus artinya seperti pemeriksaan-pemeriksaan tanpa merusak (NDT), analisa getaran, pemeriksaan bahan, dan lainnya.
(a).Siapkan, jaga dan pikirkan kembali rencana-rencana pemeriksaan khusus dan tatacaranya.
(b).Menerima permintaan pekerjaan khusus, laksanakan pekerjaan-pekerjaan tersebut dan laporkan hasilnya kebahagian perencanaan, bahagian pemeriksaan, bahagian produksi dan bahagian-bahagian lain yang berhubungan.
(c). Pelajari dan siapkan saran-saran untuk pemeriksaan khusus kebahagian perencanaan, pemeriksaan, bengkel dan lain-lain.
(d). Pelajari dan siapkan tatacara pemeriksaan khusus dalam keadaan darurat.
(e). Rencanakan dan buat tatacara pemeriksaan khusus untuk equipmen pabrik dan fasilitas nya.
(f). Meminta dan menerima bahan-bahan dan bahan habis pakai.
(g). Merencanakan dan membuat rencana pemeriksaan tahunan dan menjaga agar biaya pemeriksaan tahunan tetap stabil.
(h). Analisa semua hasil-hasil pemeriksaan khusus.
(i). Jaga dan tingkatkan kemampuan teknik dari para pekerja.
(j). Menerima permintaan suku cadang termasuk yang baru dan yang lama.
3 Pengawasan Bahan.
(a). Pelajari, rencanakan, dan laksanakan tatacara pengawasan bahan dari suku cadang, bahan habis pakai, pelumas yang diperlukan pada pemeliharaan ditinjau dari metode statistik untuk semua pemakaian bahan.
(b). Menerima dan memeriksa semua permintaan-permintaan bahan untuk pemeliharaan dan pekerjaan-pekerjaan perbaikan dari bahagian perencanaan dan pemeriksaan, beberapa permintaan bahan mungkin dapat disetujui oleh bahagian lapangan atau bahagian bengkel.
(c). Menerima dan mempelajari kembali catatan-catatan permintaan harian dan bulanan dari bahagian pergudangan.
(d). Menerima dari bahagian gudang perintah pembelian suku cadang, bahan habis pakai, pelumas dan bahan-bahan lain nya.
(e). Mempelajari dan menyiapkan spesifikasi bahan, dan permintaan pembelian bahan untuk suku cadang yang baru, bahan habis pakai, pelumas dan lain-lain, atau pergantian suku cadang, bahan habis pakai dan pelumas. Mensyahkan permintaan pembelian bahan dan juga spesifikasi bahan tersebut.
(f). Memberi nasihat pada bahagian bengkel yang mengerjakan perbaikan suku cadang, pabrikasi dan juga modifikasi.
(g). Menyimpan spesifikasi teknik dan informasi-informasi pasar yang menjual bahan-bahan yang terbaru.
(h). Tinjau dan pertimbangkan kembali agar simpanan suku cadang, bahan habis pakai, dan pelumas seminimum mungkin ada di gudang. Juga tinjau kembali jumlah dari pesanan bahan.
(i). Tinjau dan rubah spesifikasi bahan, suku cadang, bahan habis pakai dan pelumas.
4 Pekerjaan Lapangan
Yang dimaksud dengan pekerjaan lapangan ialah seperti pembersihan, penyetelan, perbaikan, pembangkaran mesin, pekerjaan modiifikasi di lapangan.
(a). Menerima permintaan kerja, permintaan bahan, perintah kerja dan pembagian kerja dari bahagian pemeriksaan dan perencanaan.
(b). Mempelajari dan menyiapkan tatacara pekerjaan secara detail dan perintah-perintah kerja yang diperlukan.
(c). Bagikaan, atur dan koordinasikan semua pekerjaan yang diterima dan bahagian perencanaan dan pemeriksaan.
(d). Alokasikan para pekerja pada masing-masing pekerjaan.
(e). Siapkan dan minta ijin masuk ke pabrik, ijin bekerja di mesin-mesin yang berbahaya, dan ijin keselamatan kerja dari bahagian produksi.
(f). Terima semua ijin-ijin tersebut dari bahagian produksi.
(g). Terima semua suku cadang, bahan habis pakai, dan bahan-bahan lain yang diperlukan dari bahagian gudang.
(h). Buat permintaan bahan tambahan untuk suku cadang, bahan habis pakai, pelumas dan juga bahan lain yang diperlukan.
(i). Siapkan dan hantar semua yang diperlukan, seperti suku cadang, bahan habis pakai, bahan-bahan lain, peralalan dan fasilitas-fasilitas kelapangan.
(j). Minta pemeriksaan yang sudah selesai disyahkan oleh bahagian pemeriksaan.
(k). Untuk pekerjaan yang besar dan rumit yang melibatkan pekerjaan bengkel, listrik, atau instrumentasi, yang memimpin pekerjaan ini haruslah orang yang bahagian nya paling banyak jenis pekerjaan nya.
(l). Hitung dan jumlahkan total jam kerja, bahan habis pakai untuk setiap pekerjaan.
(m). Jumlahkan dan simpan semua jam kerja dan buat jam kerja yang sebenarnya dalam sebulan dari masing-masing pabrik.
5 Pekerjaan Bengkel.
Pekerjaan bengkel meliputi penyetelan, perbaikan, pembongkaran mesin dan pekerjaan-pekerjaan pabrikasi.
(a). Merencanakan, melakukan, dan mengawasi program pemeliharaan didalam bengkel dan menjaga peralatan-peralatan termasuk suku cadang, bahan habis pakai.
(b). Menerima permintaan kerja, permintaan bahan, perintah kerja, pembagian tugas pada equipmen, sistim perpipaan, fasilitas kantor, kenderaan dan fasilitas-fasilitas lain nya.
(c). Membagi, mengatur dan mengkoordinasi semua pekerjaan-pekerjaan yang ada dibengkel sesuai dengan permintaan kerja.
(d). Merencanakan dan membagi tugas untuk pekerjaan-pekerjaan seperti pembongkaran mesin, pemeliharaan dan pembongkaran pabrik tahunan.
(e). Merencana dan membagi tugas untuk pekerjaan-pekerjaan dalam keadaan darurat.
(f). Menerima semua suku cadang, bahan habis pakai, pelumas dan bahan-bahan lain yang diperlukan dari bahagian gudang.
(g). Mempelajari dan menyiapkan permintaan-permintaan bahan tambahan seperti suku cadang, bahan habis pakai, pelumas dan bahan-bahan lainnya bila diperlukan.
(h). Siapkan laporan perbaikan dan laporkan ke bahagian yang bertanggung jawab.
(i). Hitung dan jumlahkan jumlah jam kerja total dan biaya bahan habis pakai untuk masing-masing pekerjaan.
(j). Jumlahkan, klassifikasikan dan buat laporan jumlah jam kerja yang sebenar nya dalam sebulan untuk semua pekerjaan.
(k). Pelajari, tingkatkan catatan-catatan pekerjaan harian tersebut.