Entri Populer

Entri Populer

Selasa, 28 Januari 2014

Heater Listrik Untuk Oven Pengering

Panas yang dibutuhkan untuk pengeringan bisa juga dibuat dengan memanfaatkan tenaga listrik yang selama ini lebih dikenal dengan istilah heater. Besarnya daya listrik yang dibutuhkan tergantung dari volume oven dan volume dari bahan yang akan dikeringkan. Semakin besar volume ruangan dan volume bahan maka akan semakin besar juga kebutuhan akan daya yang diperlukan untuk membuat pemanas/heater listriknya.
Beberapa kelebihan dari pemanas/heater listrik ini adalah :
1. Pengontrolan temperatur oven pengering lebih mudah.
2. Pengoperasiannya mudah
3. Kebutuhan akan tenaga kerja lebih sedikit.
Berikut contoh dari pemanas listrik yang digunakan untuk oven pengeringan :
Pemanas Listrik Untuk Oven PengeringPemanas/Heater listrik untuk oven pengering biasanya dilengkapi dengan blower untuk distribusi panas kedalam oven pengering, elemen pemanas yang berfungsi untuk menghasil panas, termokoupel untuk sensor temperatur dan digital termostat untuk kontrol temperatur.
Perbedaan antara pemanas listrik untuk ruangan/rumah biasanya terletak dari segi desainnya, desainnya lebih sederhana karen  untuk rumah panas yang dibutuhkan tidak terlalu tinggi berkisar antara 28 C s/d 30 C , Kalau pemans listrik untuk oven pengering desainnya lebih sulit karena kita harus bisa memaksimalkan panas yang ada pada elemen pemanas sehingga dihasilkan panas yang maksimal, Untuk pengeringan biasanya panas yang dibutuhkan adalah 35 C s/d 80 C.
Berikut contoh pemanas ruangan/rumah.
Pemanas Ruangan/RumahUntuk harga dari pemanas listrik ini bergantung dari kebutuhan daya listriknya semakin besar daya listrik biasanya semakin mahal juga harga pemanas listrik. Untuk informasi lebih detail dapat menghubungi Yefri Chan. ST, MT . No HP : 081310607628  ,   dengan alamat Lab. Teknik Mesin, Universitas Darma Persada, Jl. Radin Inten II, Pondok Kelapa , Jakarta

Rabu, 01 Januari 2014

Software Berbahaya (malicious) Bisa Menyerang Kartu Memori (SD CARD)



Kartu memori yang paling umum digunakan, SD card ternyata memiliki lubang keamanan yang bisa membahayakan penggunanya. Baru-baru ini, dua orang programmermemaparkan fakta yang mengejutkan tersebut di ajang Chaos Computer Congress (30C3).
Andrew Huang dan Sean Cross dalam blog-nya mengatakan bahwa seseorang bisa menjalankan software berbahaya (malicious) dalam memori dengan sendirinya.

Ini bisa terjadi karena kartu memori memiliki komputer kecil yang disebut microcontrolleryang biasa digunakan untuk melihat detail suatu data yang tersimpan.
Dengan memanfaatkan celah tersebut, seseorang bisa mencegat data yang sedang ditransfer dari satu penyimpanan ke penyimpanan lainnya. Mereka kemudian bisa memeriksa dan memodifikasi data tersebut.
Huang dan Cross mengatakan bahwa serangan tersebut juga bisa digunakan untuk menyalin data secara sembunyi-sembunyi, memodifikasi data sensitif seperti password, atau menjalankan suatu file execution yang tidak semestinya.
Hal tersebut bukan hanya mengancam jenis memori SD Card, namun juga penyimpanan berbasis flash lainnya, seperti SSD yang kini dipakai sebagai pengganti hard disk mekanikal dalam PC, atau penyimpanan eMMC (Embedded Multimedia Controller) dalam smartphone.
Seperti diberitakan Cnet, Senin (30/12/2013), kedua programmer menemukan celah tersebut dengan melakukan teori reverse-engineering pada chipcontroller.

Mereka mempelajari bagaimana microcontroller menerima dan menjalankan firmware, lalu mempelajari perintah yang berjalan dalam chip. (Sumber : Kompas.com)

Memulai Energi Terbarukan dari Rumah Sendiri



Hampir seluruh tenaga surya Australia datang dari atap rumah-rumah pribadi. Tidak ada kekurangan sinar matahari, namun untuk mengembangkan energi surya, sebuah solusi penyimpanan dibutuhkan.
Pembangkit tenaga surya skala besar umum ditemui di Jerman, namun di Australia peralihan ke energi terbarukan justru lebih banyak terjadi pada skala individu. Lebih dari satu juta rumah di Australia kini memiliki panel surya, namun bagaimana cara menyimpan energi untuk saat dibutuhkan muncul sebagai tantangan berikutnya.
Kebanyakan energi terbarukan Australia, dan sebagian besar upayanya tersebar dalam bentuk panel surya di atap-atap rumah di pinggiran kota.
Peter Holland memanfaatkan tenaga surya di rumah namun membutuhkan sebuah generator untuk mengoperasikan peralatan rumah tangga bertenaga besar
Ini datang dengan sejumlah tantangan, dan operator jaringan listrik mulai mengambil langkah untuk membatasi jumlah tenaga surya yang bisa ditambahkan ke sebuah wilayah. Di negara bagian Australia Barat, perusahaan negara Western Power mencegah instalasi skala besar - lebih besar dari 30 kilowatt peak (kWp) - untuk memasok listrik ke jaringan. Perusahaan yang menyuplai wilayah pedesaan di negara bagian, Horizon Power, bulan Oktober 2013 mengumumkan bahwa apabila sebuah sistem tenaga surya dibangun, harus dilengkapi dengan semacam teknologi 'pemulusan energi terbarukan' - pada dasarnya sejenis baterai.
Terbatasnya Kapasitas Baterai
Saat ini masalahnya adalah baterai entah terlalu mahal atau tidak efisien. Bahkan rumah-rumah yang memiliki instalasi surya relatif besar kerap kali tidak dapat hanya bergantung pada sumber tersebut - bahkan di bawah matahari Australia yang terik.
"Masalah utamanya untuk saya adalah teknologi penyimpanan listrik tidak banyak berkembang dalam 41 tahun terakhir saya tinggal di sini," ungkap Peter Holland, seorang warga yang tinggal tak jauh dari ibukota negara bagian, Perth.
"Saya selalu punya penyimpanan 12 baterai 2 volt, tapi jumlah yang terbuang begitu banyak," kata Holland. "Baterai relatif tidak efisien dan mereka sangat mahal." Oleh karena itu sistem Holland yang tidak terhubung dengan jaringan membutuhkan sebuah generator sebagai cadangan saat matahari tidak bersinar atau kala menyalakan alat rumah tangga bertenaga besar.
Potensi Pengurangan Biaya
Menjawab keluhan Peter Holland, sebenarnya sudah ada sejumlah perkembangan terkait penyimpanan listrik - terutama menyangkut baterai. Bahkan analis energi dan akademisi Ray Wills mengatakan bahwa semakin awamnya teknologi baterai berarti pengurangan biaya produksi dapat ditekan dengan lebih cepat.
"Baterai cukup luar biasa, karena umat manusia telah lama menggunakan baterai dan jauh lebih lama daripada penyebaran panel surya," tutur Wills. Ia menilai permintaan untuk lebih banyak baterai, terutama baterai ion litium yang kerap ditemui pada alat elektronik seperti smartphone dan laptop, akan mendorong peningkatan produksi baterai.
Analis energi Ray Wills memprediksikan harga baterai akan segera turun, begitu juga dengan panel surya
"Kami telah melihat peningkatan sebesar 600 persen pada produksi panel surya dalam 5 tahun terakhir dan konsekuensinya harga panel surya turun lebih dari 80 persen dalam waktu beberapa tahun," catatnya, "dan kami akan melihat perkembangan serupa pada baterai."
Bagi Peter Holland, momen tersebut sudah terlalu lama ditunggu. "Meski sistem tenaga surya saya cukup menakjubkan, saya juga kecewa dan frustrasi karena tidak dapat mencapai tingkat efisiensi yang saya inginkan." (Sumber : dw.de/indonesia)

Jumat, 06 Desember 2013

Bahaya Menyalakan AC Mobil Ketika Suhu Dalam Mobil Panas



JIKA Anda parkir mobil di ruang terbuka saat terik matahari, sebaiknya berhati-hati saat masuk ke mobil dan langsung menyalakan penyejuk ruangan. Waspada terhadap penyakit sesak napas yang mengancam.

Saat memasuki mobil yang diparkir di ruang terbuka, udara panas dalam kendaraan biasanya langsung menyergap. Pada umumnya, penyejuk ruangan mobil atau AC menjadi solusi karena tak tahan menahan hawa dari udara panas.

Di sinilah bahayanya. Sebab, menggunakan penyejuk ruangan mobil tidak bisa dilakukan sembarang. Pada beberapa kondisi, menyalakan penyejuk tersebut justru berbahaya bagi kesehatan.

Ahli Kesehatan dr. Fanda Ayyu mengatakan, ketika cuaca panas dan mobil diparkir di tempat yang terkena sinar matahari, langsung menyalakan AC mobil mengandung risiko kesehatan. Ancaman itu datang dari dashboard mobil, sofa, atau interior mobil lainnya yang dapat memancarkan benzena atau senyawa kimia bagi bahan baku plastik.

Senyawa tersebut mampu menyebabkan gangguan pernapasan, pusing, mengantuk, dan sakit kepala. Jadi, kata dia, interior mobil yang umumnya terbuat dari plastik dapat menimbulkan racun berbahaya ketika terkena panas yang menyengat.

Semakin lama mobil terpapar sinar matahari langsung, maka interior mobil semakin panas. Alhasil, senyawa benzena akan semakin meningkat dan dapat menimbulkan toksin berbahaya. Saat menyalakan AC dan menutup rapat mobil, udara yang tidak sehat tersebut akan terkumpul dan terserap oleh tubuh.

"Sebaiknya, setelah menyalakan mesin, buka kaca mobil agar udara yang terkurung di dalam bisa berganti dengan udara baru yang lebih segar," ujar dokter yang bertugas di RS Polri Dr. Sukanto Jatinegara ini saat diwawancarai
Plasadana.com untuk Yahoo Indonesia.

Masalah serupa, yaitu gangguan pada pernapasan, juga bisa terjadi ketika menyalakan AC terlalu lama ketika mobil dalam situasi tidak jalan dan tertutup rapat. Kondisi seperti itu bisa akan membuat sirkulasi udara tidak berjalan dengan baik.

Apalagi, kata dia, jika sistem pembuangan mobil mengalami kebocoran. Akibatnya, kabin akan dipenuhi sisa pembuangan berupa gas karbon monoksida yang dapat membuat pengendara keracunan.

"Dalam tingkat berlebih akan menyebabkan gangguan pernapasan. Bahkan bisa membahayakan nyawa," ucap dokter lulusan UPN Veteran Jakarta ini.

Untuk itu, kata Fanda, jika ingin beristirahat di dalam mobil, sebaiknya biarkan jendela terbuka agar udara bisa berganti secara baik. Hindari menyalakan mobil di ruang tertutup seperti garasi dalam waktu lama. Buangan dari knalpot yang terkumpul di bawah mobil atau di ruangan bisa tersedot ke dalam mobil.

"Kebiasan adalah faktor penting yang bisa menyelamatkan kita dari risiko kesehatan," tukas dia. (sumber; yahoo.com)

Selasa, 03 Desember 2013

Kelas Karyawan Teknik Mesin Universitas Darma Persada

Mulai Tahun Ajaran 2014/2015 Jurusan Teknik Mesin Universitas Darma Persada akan membuka kelas karyawan khusus Jumat dan Sabtu. Adapun waktu kuliahnya adalah Jumat mulai Jam 18.30 s/d 22.00 WIB dan Sabtu mulai jam 08.00 s/d 17.00 WIB.
Jurusan Teknik Mesin Universitas Darma Persada saat ini telah memiliki akreditasi dari BAN, dan telah memiliki fasilitas laboratorium yang lengkap, diantaranya :
- Laboratorium Fenomena Dasar Mesin.
- Laboratorium Prestasi Mesin
- Laboratorium Material Teknik.
- Laboratorium Proses Manufaktur
- Laboratorium Desain manufaktur.
Untuk biaya kuliah per semester Rp. 5.500.000,- (dibayarkan secara cash diawal perkuliahan), Kalau pembayaran dicicil perbulan adalah Rp. 1.000.000,- . harus lunas pada saat ujian semster.
Dengan tenaga dosen mulai dari  Prof, lulusan S3  dan S2 ,Fasilitas Ruang Belajar AC, WIFI gratis 24 jam dilingkungan kampus serta kampus yang nyaman dan luas sangat mendukung sekali dalam proses perkuliahan.
Untuk Informasi dapat menghubungi Yefri Chan, ST. MT di no HP 081310607628, PIN BBM 745E3FC4, atau lewat email yefrichan2000@yahoo.com. atau langsung datang ke Jurusan Teknik Mesin. Fakultas Teknik Universitas Darma Persada, Jln. Radin Inten II, Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Minggu, 17 November 2013

Kursus CATIA hari Sabtu dan Minggu



Laboratorium Desain & Manufaktur, Jurusan Teknik Mesin Universitas Darma Persada Menyelenggarakan Kursus Desain Menggunakan Software CATIA
 Staff Pengajar Dari Dosen Teknik Mesin Universitas Darma Persada dan Alumni yang telah berpengalaman
 Kursus CATIA ini dibagi dalam 3 tingkatan keahlian :
Basic, disini peserta kursus akan dilatih dalam pembuatan Desain Part 3D
Medium, disini peserta kursus akan dilatih dalam pembuatan Assembling Part Mekanisme dan Animasi
Advance, disini peserta kursus akan dilatih dalam pembuatan Analisis Struktur, dan Surface Design
 Adapun Biaya Kursus Desain Menggunakan Software CATIA ini adalah :
1.      Untuk 1 Orang (privat) masing-masing tingkatan sebesar Rp 1.500.000,  akan mendapatkan Sertifikat yang dikeluarkan oleh Laboratorium Desain dan Manufaktur Jurusan Teknik Mesin Universitas Darma Persada, Modul berupa CD Tutorial.
2.      Untuk peserta 2 Orang masing-masing tingkatan sebesar Rp 850.000,  akan mendapatkan Sertifikat yang dikeluarkan oleh Laboratorium Desain dan Manufaktur Jurusan Teknik Mesin Universitas Darma Persada, Modul berupa CD Tutorial
3.      Untuk Peserta 3, 4 s/d 5 orang masing-masing tingkatan sebesar Rp 750.000,  akan mendapatkan Sertifikat yang dikeluarkan oleh Laboratorium Desain dan Manufaktur Jurusan Teknik Mesin Universitas Darma Persada, Modul berupa CD Tutorial.
4. Untuk peserta lebih dari 5 orang, orang masing-masing tingkatan sebesar Rp 500.000,  akan mendapatkan Sertifikat yang dikeluarkan oleh Laboratorium Desain dan Manufaktur Jurusan Teknik Mesin Universitas Darma Persada, Modul berupa CD Tutorial.
Ruang Kelas Kursus CATIA
 Lokasi Kursus Desain CATIA Di Laboratorium Desain dan Manufaktur Jurusan Teknik Mesin Universitas Darma Persada, Jl. Radin Inten II, Pondok Kelapa, Jakarta Timur.
Lamanya kursus 12 jam ditambah 2 jam ujian.  Pendaftaran dibuka tiap hari dari hari Senin s/d Minggu. Bagi yang berminat bisa menghubungi :  Yefri Chan ST. MT, No Hp : 081310607628, atau Lewat email di yefrichan2000@yahoo.com.

Selasa, 12 November 2013

Dampak Buruk Plastik Terhadap Ekosistem Laut.



Sejak lebih dari 10 tahun, para peneliti mencoba untuk mengungkap masalah pengotoran laut berdasarkan burung laut yang mati. Rata-rata ditemukan 31 partikel plastik di lambung bangkai hewan yang biasanya terdampar di pesisir pantai. Dari data ini para peneliti memperkirakan pada setiap kilometer persegi permukaan air ada sekitar 18.000 partikel plastik. Kadang ukurannya sangat kecil, kadang sebagai kantong plastik utuh.
Plastik Bertahan di Laut Ratusan Tahun
Banyak plastik yang baru terurai setelah 450 tahun, kata Benjamin Bongardt pakar sampah dari ikatan perlindungan alam Jerman (NABU). Sebagian besar pengotoran berasal dari plastik yang diproduksi abad ini. "80 persen plastik datang dari darat dan tidak dari laut. Artinya, plastik tidak dibuang dari kapal, melainkan dari turis, penduduk yang dibawa sungai dan angin ke lautan." Khususnya plastik yang tipis dan ringan dan setelah dipakai sekali langsung dibuang, mudah terbang dari lokasi pembuangan sampah.
Komisi Eropa di BrĂ¼ssel kini memutuskan untuk mendesak negara anggota mengurangi secara drastis penggunaan kantong plastik. 100 milyar kantong plastik digunakan di Uni Eropa setiap tahun. Komisaris urusan lingkungan Janez Potocnik: "Lebih dari delapan milyar plastik menjadi sampah dan menimbulkan masalah lingkungan luar biasa, khususnya hewan yang menelan partikelnya."
Empat Kantong Plastik di Finlandia, 450 di Slowakia
Namun masalah kantong plastik tidak sama bagi setiap negara. Denmark dan Finlandia hanya membutuhkan empat kantong plastik per orang setiap tahunnya. Sementara Polandia, Portugal dan Slowakia perlu lebih dari 450 kantong. Di Jerman per orangnya menggunakan 70 kantong plastik. "Beberapa negara anggota telah sukses mengurangi jumlah kantong plastik", ujar Potocnik. "Jika negara lain mengikutinya, maka konsumsi di Uni Eropa bisa berkurang 80 persen."
Usulan komisaris lingkungan Uni Eropa harus diterima terlebih dahulu oleh Parlemen Eropa dan dewan menteri Uni Eropa yang diwakili pemerintahan negara anggota. Beberapa diantaranya bisa mengajukan keberatan. Negara dengan industri plastik yang kuat seperti Perancis dan Jerman akan berusaha mengurangi tuntutan Uni Eropa.
Benjamin Bongart dari NABU mendukung usulan komisaris Uni Eropa. Ia merujuk pada langkah yang diambil oleh Irlandia. Negara ini setiap tahunnya menaikkan pajak penggunaan kantong plastik. Saat ini setiap kantong plastik pajaknya 22 sen: "Dampaknya, jumlah penggunaan kantong plastik berkurang hingga 90 persen dan kini setiap penduduk di Irlandia per tahunnya hanya menggunakan 18 kantong plastik."
Semakin Kaya, Semakin Banyak Plastik
Pakar masalah sambah dari NABU ini menganggap Uni Eropa sebagai motor perlindungan lautan di seluruh dunia. Karena ini bukan hanya masalah di Eropa. Khususnya di negara ambang industri yang semakin maju juga semakin banyak menggunakan produk plastik.
Jika dibandingkan dengan negara-negara tersebut, masalah di Eropa tidak separah itu. Bongardt menambahkan, "Tentu Uni Eropa tidak bisa menyelesaikan masalah di seluruh dunia. Tapi setidaknya kita bisa memberikan contoh baik dan mengatakan kita di negara industri berupaya mengurangi plastik. Dan mungkin saja ini bisa diikuti oleh beberapa negara ambang industri." (sumber : dw.de/indonesia)