Entri Populer

Entri Populer

Jumat, 12 April 2013

Harga Fan Split/ Kipas Angin Seperti AC



Fan split adalah jenis kipas angin dengan tampilan seperti AC split, Fan Spli ini atau kipas angin seperti AC  bentuk dari bladenya bulat memanjang, kelebihannya adalah kipas angin ini mempunyai saringan udara/filter udara sehingga udara yang dihembuskan lebih bersih/bebas dari debu. dan Fan Split/ Kipas Angin Seperti AC ini konsumsi listriknya sangat rendah sekali maksimal 20 W
Cara perawatanFan Split/Kipas angin seperti AC ini mudah, cukup dengan membersihkan filter udara dengan air lalu dikeringkan, jika bladenya kotor bersihkan dengan kuas atau semprot dengan kompressor sehingga debu yang melekat di bladenya terangkat. 
Kelebihan Dari "FANSPLIT" atau "Kipas Angin Seperti AC" ini adalah  :
1.      Hemat listrik hanya butuh 10  s/d 20 watt
2.      Tampilan elegan dan mewah dengan bentuk fisik sama seperti AC pada umumnya
3.      Dapat membersihkan ruangan dan kotoran debu dan asap rokok
4.      Udara yang dihasilkan lebih bersih dan sejuk karena terdapat filter (saringan udara) dan blower
5.      Berfungsi juga sebagai Exhaust Fan
6.      Fleksibel, mudah dipindahkan sesuai dengan keinginan
7.      Cocok untuk segala macam ruangan,baik ruangan tertutup atau terbuka.
8.      Dilengkapi dengan Remote Control (Khusus Type Automatic)
9.  Lebih awet dan tahan lama
10.  Tersedia ukuran 1PK, 11/2 PK, 2 PK dan 21/2 PK
11.  Harga murah, terjangkau dan 1 tahun.
Harga Fan Split / Kipas Angin Seperti AC


 Bagi anda yang alergi terhadap AC, Fan Split, Kipas angin split ini bisa jadi solusinya.
Untuk pemesanan Fan Split/Kipas Angin Seperti AC dapat menghubungi : Ratna Dewi : 081374306354 , atau alamat : Perum. Pesona Jati Asri. No 28 B. Jln.Jati Kramat. Jati Asih. Bekasi.

Jumat, 05 April 2013

Pembangkit Listrik Tenaga Buah


Pasar Gemah Ripah adalah pusat perdagangan buah di Yogyakarta. Layaknya pasar yang lain, kawasan ini juga menghasilkan limbah, khususnya buah-buahan busuk akibat tidak dibeli. Masyarakat sekitar pasar sempat memprotes limbah buah busuk itu, karena bau menyengat yang terbawa kemana-mana.

Hingga kemudian, lahirlah gagasan untuk memanfaatkan buah busuk itu menjadi sumber tenaga pembangkit listrik dan sekarang bisa menerangi pasar.

Siti Syamsiah, koordinator program pengelolaan sampah yang juga pengajar di jurusan Teknik Kimia, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, mendampingi pedagang pasar itu untuk membangun pembangkit listrik tersebut. Teknologinya diadopsi dari Swedia, karena negara itu telah memiliki pembangkit listrik sejenis, ujar Siti.

Program awal mulai diterapkan pada 2011 dan terus dikembangkan hingga saat ini. Menurut Siti, buah busuk yang dihasilkan Pasar Gemah Ripah bisa mencapai 10 ton per hari, jauh lebih besar dari jumlah yang dibutuhkan sebesar 4 ton perhari.

“Kalau (mesin pembangkit) itu bisa bekerja secara normal, daya yang dihasilkan sudah lebih dari cukup. Cuma memang sampai sekarang belum bekerja secara maksimal. Untuk bisa maksimal itu, kita membutuhkan beberapa peralatan yang lain. Itu yang sedang usahakan. Misalnya mesin pengangkat sampah dari bawah ke atas, karena sekarang masih diangkat secara manual. Pekerjanya tidak kuat kalau setiap hari harus memasukkan buah busuk sebanyak 4 ton,” ujar Siti.

Proses pembangkitan listrik ini dilakukan dengan memanfaatkan biogas yang dihasilkan dari buah busuk. Dari 4 ton buah busuk, bisa menghasilkan 333 Newton kubik biogas, yang kemudian menjadi bahan bakar untuk menghidupkan generator listrik. Daya listrik yang dihasilkan sebesar 548 kwh per hari dan bisa memenuhi kebutuhan listrik sekitar 500 kepala keluarga.

Siti menjelaskan, teknologi yang diadopsi dari Swedia dan disesuaikan dengan kondisi di Indonesiaini memiliki berbagai problem, baik dari sisi teknologi maupun sosial yang terus dicari jalan keluarnya. Dalam kurun waktu dua tahun ini, terus dilakukan penyempurnaan, agar teknologi sejenis dapat diterapkan di tempat-tempat lain, ujarnya.

Sekretaris Paguyuban Pedagang Pasar Buah Gemah Ripah, Edi Subagio mengatakan, komunitas pasar sangat terbantu oleh keberadaan pembangkit listrik bertenaga buah busuk ini. Selain karena sampah buah bisa dimanfaatkan, yang paling penting menurutnya adalah karena pedagang kini mengenal teknologi maju yang diterapkan dalam program tersebut. Penerangan pasar dan kawasan sekitarnya pun kini bisa diambil dari tenaga listrik yang dihasilkan secara mandiri, tambahnya.

“Manfaatnya sejauh ini, ya sementara untuk menerangi Sembilan titik lampu utama di pasar, dan juga penerangan di jalan-jalan sekitar pasar. Harapannya ke depan, khususnya dari para anggota paguyuban pedagang di pasar ini, ya kami bisa menikmatinya sampai ke kios-kios kami,” ujarnya. (Sumber: pikiran-rakyat.com)

Rabu, 28 November 2012

Penipuan Atas Nama TELKOMSEL Menggunakan Web. www.17tahuntelkomsel.jimdo.com

Jika anda pernah mendapatkan sms seperti  ini " Selamat anda mendapatkan hadiah 1 unit mobil TOYOTA RUSH dr PT Telkomsel u/info hub : 0016285219870777 atau kunjungi website kami di www.17tahuntelkomsel.jimdo.com ".
sms diatas merupakan modus penipuan dengan menggunakan website untuk membuat orang lebih percaya terhadap isi sms yang dibuat, berikut bentuk tampilan dari website diatas  ;

Untuk telkomsel sendiri hanya punya satu website yaitu www.telkomsel.com. dan berikut bentuk tampilan websitenya, jika anda ingin memastikan telp saja call center telkomsel di  :

a.  Melalui KartuHALO : 133
b.  Melalui kartu simPATI dan Kartu AS :
155 untuk layanan informasi pelanggan 24 jam (GRATIS)
188 untuk layanan Contact Center 24 jam (Berbayar).
Melalui ponsel dan fixed phone :
 Nasional     : 08071811811
 Jakarta      : (021) 21899811
 Bandung     : (022) 2553811
 Surabaya    : (031) 8403811
 Medan        : (061) 4578811
Makasar      : 0411 443052


Rabu, 03 Oktober 2012

Cara Mengambil Metana Dari Batubara

Prinsip mengangkat CBM (Coal Bed Methane) adalah dengan cara memompa air keluar atau dewatering untuk mengurangi tekanan sehingga gas metana bisa ikut keluar melewati pipa. Desorpsi gas yang terperangkap pada lapisan batu bara sangat bergantung pada posisi ketinggian air bawah tanah. Secara normal tinggi air berada diatas lapisan batu bara. tekanan air ini menahan gas didalam batubara.
Untuk memompa air, digunakan pompa submersible. Air melewati pipa kecil atau tubing, sedangkan gas akan mengalir melewati retakan, celah atau cleat pada batubara dan terus naik kepermukaan tanah melalui analus, yaitu ruang kosong antara tubing dan formasi atau pipa selubung. Secara umum gas tidak akan masuk kedalam tubing karena terhalang oleh tekanan hidrostatik air tubing.(sumber : energi)

Minggu, 30 September 2012

Energi dari Kremasi Mayat



Sementara itu, Kematian orang-orang asal Hastings, Inggris sangat membantu negara kerajaan tersebut memproduksi energi yang dapat digunakan kembali.
Selama ratusan tahun, sebuah lembaga bernama Hastings Borough Council di Timur Sussex mengkremasi orang-orang yang meninggal dunia, tanpa tahu manfaat dari carbon footprint yang dihasilkan dari proses kremasi tersebut.
Carbon footprint adalah total kumpulan emisi gas dari efek rumah kaca yang dihasilkan suatu organisasi, pabrik ataupun produk. Gas ini sering disebut juga sebagai karbondioksida.
 Kini lembaga tersebut ingin berinvestasi untuk teknologi sumber daya energi dengan memanfaatkan proses kremasi orang telah meninggal. Mereka berupaya mengubah sisa panas dari proses kremasi menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
Sebuah generator baru yang segera dipasang musim panas mendatang, merupakan bagian dari kelengkapan proyek energi seharga 800.000 euro ini. Proyek tersebut diyakini akan menghemat biaya dengan memangkas anggaran untuk energi. Demikian keterangan yang dikutip dari TG Daily.
 Manager Hastings Borough Council Peter Mead menyebutkan tanaga daur ulang tersebut tidak datang langsung dari tubuh jenazah akan tetapi berasal dari mesin yang digunakan untuk mengkremasi orang meninggal dan menyaring gas dari proses pembakaran.
 Hingga saat ini, tempat pembakaran mayat di Hastings Borough Council telah menghasilkan gas bermanfaat senilai 25.000 euro setiap tahunnya. (sumber :suaramedia)

Kamis, 06 September 2012

Scientology " Apakah Sebuah Agama ???"


Scientology adalah sekumpulan ajaran dan teknik terkait yang dikembangkan oleh pengarang Amerika, L. Ron Hubbard selama sekitar 30 tahun, dimulai pada 1952 sebagai suatu filosofi pertolongan diri-sendiri, perkembangan dari sistem pertolongan diri-sendirinya yang lebih awal, Dianetika. Ajaran ini mengklaim menawarkan suatu metodologi yang eksak (pasti) untuk menolong manusia mencapai kesadaran keberadaan rohaninya melintasi beberapa masa hidupnya dan, pada saat yang bersamaan, untuk menjadi lebih efektif di dunia fisik. Nama "Scientology" juga digunakan untuk merujuk kepada Gereja Scientology yang kontroversial, organisasi terbesar yang mempromosikan praktik Scientology. Gereja ini sendiri adalah bagian dari jaringan korporasi terkait yang mengklaim pemilikan dan wewenang tunggal untuk menyebarkan Dianetika dan Scientology.
Scientology menyatakan bahwa tujuannya adalah "merehabilitasi" thetan (kira-kira setara dengan jiwa) untuk memperoleh kembali keadaannya semula berupa "kebebasan total." Para jurubicara gereja ini dan praktisinya memberikan kesaksian bahwa ajaran-ajaran Hubbard (yang disebut "Teknologi" atau "Tek" dalam terminologi Scientology) telah menyelamatkan mereka dari begitu banyak masalah dan memampukan mereka untuk lebih menyadari potensi tertinggi mereka dalam bisnis maupun kehidupan pribadi mereka. Namun, para pengamat luar - termasuk wartawan, anggota parlemen, lembaga-lembaga pemerintahan nasional dari sejumlah negara - telah mencapai kesimpulan tentang Scientology yang sangat bertentangan dengan penggambaran diri Gereja ini. Di antaranya termasuk tuduhan-tuduhan bahwa Gereja ini adalah sebuah usaha komersial tidak jujur, yang mengganggu para kritikusnya dan secara brutal mengeksploitir anggota-anggotanya.
Meskipun beberapa pakar dan banyak pemerintahan dunia menerima Scientology sebagai sebuah agama yang bonafid, Scientology juga telah digambarkan sebagai pseudo agama, sebuah ajaran sesat atau sebuah perusahaan transnasional (sumber wikipedia)

Kamis, 30 Agustus 2012

Cara Mencegah Tabrakan dan Kemacetan “ Sistem Konektivitas Dikendaraan”


Cara Mencegah Tabrakan dan Kemacetan “ Sistem Konektivitas Dikendaraan”
Departemen Perhubungan Amerika bersama dengan University of Michigan Transportation Research Institute telah melakukan penelitian untuk mencegah kemacetan lalu lintas dan mencegah terjadinya tabrakan. Riset yang menghabiskan dana Rp 237,9 miliar yang semuanya dibiayai oleh lembaga pemerintah tersebut, berlangsung setahun dan mengambil lokasi di sepanjang jalan raya Ann Arbor, Michigan.

 Penelitian melibatkan 3.000 unit kendaraan dari berbagai jenis (ada sedan, bis, dan truk) dilengkapi dengan wi-fi berkeliaran di jalanan, untuk kemudian diketahui apakah nirkabel sesama mobil bisa berkomunikasi dengan infrastruktur jalan. Dari sini diselidiki, sistem ini dapat tidak meningkatkan keamanan kendaraan.

 "Mobil berbicara dengan mobil lain adalah masa depan keamanan kendaraan. Ini membuka kemungkinan tidak hanya mengurangi jumlah kecelakaan, tapi juga mencegah mereka (pengemudi dan penumpang)," jelas Menteri Transportasi Amerika Serikat Ray Lahood. Ia yakin dengan sistem komunikasi antar kendaraan ini bisa menekan 80 persen kecelakaan kendaraan.

 Jadi, sistem konekvitas di kendaraan menggunakan pemancar dan penerima untuk memungkinkan saling "berbicara". Selain itu, juga saling memperingatkan pengemudi akan potensial berbahaya, seperti mobil di depan berhenti mendadak atau ada truk melintir di dekat kendaraan.

 Dalam penelitian ini, sepanjang jalan di Ann Arborberjarak 73 km telah dilengkapi dengan pemancar dan penerima. Sehingga, memungkinkan terjadi komunikasi antara kendaraan dan infrastruktur jalan mengenai kondisi lalu lintas.

 Adapun mayoritas mobil yang dilibatkan dalam penelitian ini dipsaok dari peserta sukarelawan, plus sejumlah produsen mobil besar seperti GM, Ford, Toyota, Honda, Volkswagen, Daimler, dan Nissan sepakat menyertakan 8 unit dari berbagai model.

 Pada akhir penelitian nanti, divisi transportasi dari Lembaga Administrasi Keselamatan Jalan Raya (NHTSA) Amerika berencana menganalisis data dari program tersebut untuk kemudian diputuskan apakah akan menerapkan peraturan federal.(sumber :kompas.com)